Biografi Candra Wijaya

Diposting oleh Kerajaan Online Senin, 06 Februari 2012

Nama lahir : Rafael Candra Wijaya
Tanggal lahir : 16 September 1975 (umur 36)
Tempat lahir : Cirebon
Tinggi : 1.75 m (5 ft 9 in)
Berat : 67 kg (150 lb)

Rafael Candra Wijaya (lahir di Cirebon, Jawa Barat, 16 September 1975; umur 36 tahun) adalah seorang pemain bulu tangkis terkenal Indonesia, peraih medali emas Olimpiade 2000. Ia adalah salah seorang pemain ganda putra terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Candra berhasil merebut berbagai gelar juara dengan banyak pasangan baik di ganda putra maupun ganda campuran. Pemain-pemain yang pernah berpasangan dengannya adalah Ade Sutrisna, Sigit Budiarto, Tony Gunawan, Nova Widianto, Eliza Nathanael, dan Jo Novita.
Candra Wijaya besar dan tumbuh dalam keluarga pemain bulu tangkis. Ayahnya, Hendra Wijaya, adalah mantan pemain bulu tangkis sekaligus pemilik klub bulu tangkis Rajawali di Cirebon. Kakaknya, Indra Wijaya, adalah mantan pemain bulu tangkis Indonesia dan pernah memperkuat Tim Piala Thomas Indonesia 1996 dan 1998. Adiknya, Rendra Wijaya dan Sandrawati Wijaya, juga menjadi pemain bulu tangkis.
Ia mulai berlatih bulu tangkis sejak berumur 12 tahun di Klub Rajawali. Ia kemudian pindah ke Jakarta untuk berkarier di bulu tangkis dan bergabung dengan klub Pelita Bakrie sebelum akhirnya pindah ke klub Jaya Raya. Suami dari Caroline Indriani ini telah dipercaya untuk memperkuat Tim Piala Thomas sebanyak 7 kali (1998, 2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008) serta Tim Piala Sudirman sebanyak 6 kali (1997, 1999, 2001, 2003, 2005, dan 2007).


Catatan Prestasi
· Semi final Yonex Sunrise India Open 2009 (bersama Joko Riyadi)
· Semi final LI NING CHINA OPEN SUPER SERIES 2008 (bersama Tony Gunawan)
· Runner - up Chinese Taipei Grand Prix Gold (bersama Tony Gunawan)
· Runner - up DJARUM INDONESIA SUPER SERIES 2008 (bersama Tony Gunawan)
· Runner - up Yonex-Sunrise Badminton Asia Championships 2008 (bersama Nova Widianto)
· Semi final India Grand Prix Gold 2008 (bersama Tony Gunawan)
· Semi final PROTON MALAYSIA OPEN SUPER SERIES 2008 (bersama Tony Gunawan)
· Runner - up HONG KONG SUPER SERIES 2007 (bersama Tony Gunawan)
· Juara YONEX OPEN JAPAN SUPER SERIES 2007 (bersama Tony Gunawan)
· Medali Emas Olimpiade 2000 di Sydney (Candra Wijaya/Tony Gunawan)
· Juara Thomas Cup 1998 dan 2000 (Tim Indonesia)
· Juara All England Championship 1999 (Candra Wijaya/Tony Gunawan) dan 2003 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto)
· Juara World Championship 1997 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto)
· Juara Asia Championship 1996 (Candra Wijaya/Ade Sutrisna)
· Juara World Grand Prix Championship 1997 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto), 1999, 2000 (Candra Wijaya/Tony Gunawan)
· Juara Japan Open 2000, 2006, (Candra Wijaya/Tony Gunawan) dan 2001 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto)
· Juara Indonesia Open 1997 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto), 2000, 2006 (Candra Wijaya/Tony Gunawan)
· Juara Malaysia Open 1999 (Candra Wijaya/Tony Gunawan) dan 2005 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto)
· Juara Korea Open 2006 (Candra Wijaya/Tony Gunawan)
· Juara Singapore Open 1997 dan 1998 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto)
· Juara USA Open 1994 (Candra Wijaya/Ade Sutrisna) dan 1996 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto)
· Juara Swiss Open 2005 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto)
· Juara Hong Kong Open 1998 (Candra Wijaya/Tony Gunawan)
· Juara China Open 1996, 2004, dan 2005 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto)
· Juara China Taipei Open 1997 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto) dan 2000 (Candra Wijaya/Tony Gunawan)
· Juara Thailand Open 1996 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto)
· Juara Ipoh Master 1999 (Candra Wijaya/Tony Gunawan))
· Juara Swedish Open 1998 (Candra Wijaya/Tony Gunawan)
· Juara Copenhagen Master 1997 (Candra Wijaya/Tony Gunawan)
· Juara Swedish Open 1996 (Candra Wijaya/Ade Sutrisna)
· Juara Canadian Open 1994 (Candra Wijaya/Ade Sutrisna)
· Juara Polish Open 1994 (Candra Wijaya/Ade Sutrisna)
· Medali Emas Beregu Putra Asian Games 1998 di Bangkok
· Medali Emas SEA Games 1997 dan 2001 (Candra Wijaya/Sigit Budiarto)
· Medali Emas SEA Games 1997 di Jakarta (Candra Wijaya/Eliza Nathanael)


Penghargaan
· Pemain terbaik dunia “Eddy Choong Player of the Year Award” 2000
· Indonesian Athlete of the Year 2000 (Candra Wijaya/Tony Gunawan)


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Candra_Wijaya

Cara Merakit Fixie Sendiri

Diposting oleh Kerajaan Online Minggu, 15 Januari 2012

Sebenarnya artikel ini banyak ditemukan di Internet. Namun karena banyaknya sepeda pemula yg berbelanja di IndoFixie umumnya menanyakan parts2 apa saja yg harus dibeli untuk membangun sebuah fixie, jadi kita coba terangkan disini lebih detail dan simple.

Buat kamu yg belum tau apa itu fixie, bisa baca artikel tentang
apa itu fixie atau tentang sepeda fixie.

Ok, simplenya semua parts sepeda umumnya rata2 hampir sama, begitu juga dengan sepeda fixie, biasanya komponen besar di sepeda seperti tempat duduk (sadle), setang, roda (rims) dsb pasti ada. Ya iyalah, namanya jg sepeda, dimana-mana pasti lah semua sama.


Jadi apa yg membedakan fixie dengan sepeda lain? Itu cuma pada gear (gigi belakang)nya saja. Fixie wajib memiliki satu gear belakang dan itu fixed yg artinya gigi belakang kalau di kayuh pedalnya kebelakang, sepedanya ikut mundur. Kalau masalah model gimana? kok ada fixie yg beda2? Apapun model sepeda mau mtb, bmx, sepeda balap, atau sepeda jadul alias onthel pun bisa jadi fixie. Yg penting punya satu gigi dan fixed (tetap).


Cara Merakit Fixie Sendiri

Sebelum membangun sepeda fixie perhatikan dulu dan catet apa saja part yg kita perlukan. Biasanya parts fixie tidak jauh beda dengan parts sepeda pada umumnya, ya coba saja liat gambar fixie dibawah ini, mirip ga sama sepeda gunung atau city bike? Nah beda di gigi doang sama rem kan ya.

Apa saja parts yg perlu dicari:


1.Frame/Batang (Bisa pakai frame sepeda balap jadul, frame bms, city bike, dsb namun ada jg frame dipasaran yg sudah costum drop out (bagian belakang frame sudah di buat horizontal jd cocok buat fixie) Carilah frame yg sesuai ukurannya dengan tubuh kamu, untuk mengetahui ukuran frame baca saja artikel cara menghitung ukuran frame.
2.Fork/Garpu
(Bisa memakai garpu bawaan sepeda kalau pakai frame jadul, atau bisa beli garpu satuan, yg harus diingat garpu fixie mesti cukup panjangnya untuk ban berukuran 26-27" masuk.
3.Handle bar/Stang (
Stang fixie boleh berbentuk balap, boleh berbentuk lurus atau naik keatas seperti stang sepeda BMX, jadi tinggal selera mau pake yg mana bisa.)
4.Grip/Karet Stang
(Karet stang biasanya dipakai untuk stang lurus, kalau stang balap biasanya pake bartape semacam solatape dari busa/kulit yg dililit di stang balap tersebut)
5.Stem/Pengikat Stang
(Stem fixie bisa berbentuk kotak, atau bango (untuk stang balap)).
6.Headset
(Headset adalah parts yg memiliki bearing/cincin pada frame dan fork yg bekerja agar fork dan stang dapat diputar).
7.Crank/Gigi Depan
(ini adalah gigi depan fixie, crank biasanya dijual dalam bentuk gigi depan dan tuas pedal).
8.Bottom Bracket
(ini sama seperti headset yaitu alat yg mengatur gesekan, namun bb letaknya di bagian bawah frame tepatnya di baigan tempat crank dipasang).
9.Cog/Gigi
Belakang (ini adalah gigi belakang fixie. Cog jg ada yg model ring (putar) ada yg model 6bolt. Tergantung hub (tromol) yg kamu pakai seperti apa
10.Pedal
(Pedal adalah bagian tempat kita akan menempatkan kaki kita untuk mengayuh sepeda).
11.Strap&toe clip
s (Ini adalah pengikat yg ada di bagian pedal. Fungsinya agar kaki kita tidak mudah jatuh dari pedal dan sangat berguna dalam melakukan trik2 fixie).
12.Sadel/Tempat Duduk

13.Seat post/Tiang
(Tempat duduk (yg berfungsi untuk menghubungkan frame dengan saddle).
14.Rims (Velg)

15.Hub (Tromol)
16.Spoke (Jari-Jari)
17.Tire (Ban Luar)
18.Inner tube (Ban Dalem)
19..Rantai 

Nah ke 19 Parts diatas adalah parts umum yg biasanya ada di sepeda fixie. Bila kamu sudah memiliki semua parts diatas maka kamu tingal membawanya ke bengkel untuk dirakit.